Perguruan tinggi di Australia tengah mengambil langkah-langkah untuk memperlambat penyebaran COVID-19, berarti para mahasiswa termasuk mahasiswa asing diminta untuk tinggal di rumah.

Sudah ada 2,136 kasus terkonfirmasi di Australia per tanggal 24 Maret 2020 dan 8 di antaranya meninggal dunia.

Negara bagian New South Wales (NSW) memiliki kasus tertinggi yaitu 913, sementara Northern Territory memiliki kasus terendah sebanyak 5 orang.

Dalam sebuah press release, Chief Executive dari Universities Australia, Catriona Jackson, menyatakan bahwa universitas di seluruh negeri tengah mengambil langkah-langkah untuk menjaga keselamatan mahasiwa, staf dan masyarakat.

Dikatakan Jackson, “Semuanya berjalan dengan cepat dan semua universitas telah memobilisai staf dan mahasiswa dalam perhelatan national ini."

“Tidak ada hal yang sepele dan kami mengakui tantangan berat yang dihadapi para mahasiswa dan staf. Maka sangat penting bagi para individu dan lembaga untk bekerja sama untuk memperlambat penyebaran virus COIVD-19 dan melindungi masyarakat. Hidup banyak orang tergantung pada cara kami menanggapi peristiwa ini.”

Inilah hal-hal yang perlu diketahui oleh para mahasiswa asing di Australia.

Bersiaplah untuk belajar di rumah

Meskipun arahan pemerintah tidak termasuk penutupan universitas dan sekolah, beberapa telah mengambil inisitaif untuk bertransisi ke pembelajaran secara online.

The University of Sydney telah mengumumkan bahwa sudah tidak ada lagi proses belajar-mengajar secara tatap muka di area kampus mulai 23 Maret 2020. Universitas lain akan mengikuti. 

Menurut Universities Australia, banyak universitas merencanakan untuk menerapkan langkah-langkah penanggulangan wabah, termasuk pembatasan proses pembelajaran secara tatap muka dengan memastikan sebanyak mungkin perkuliahan dan bimbingan tersedia secara online.Di saat yang sama universitas juga tengah mempetimbangkan perubahan atau penjadwalan ulang kegiatan praktikum, kerja lapangan ataupun kegiatan laboratorium.”

Apabila universitas tempat anda kuliah belum mengumumkan penghentian kegiatan tatap-muka, mulailah memastikan bahwa anda memiliki akses internet serta laptop atau PC yang baik untuk memfasilitasi kegiatan belajar secara online saat diterapkan nanti.

Jangan merencanakan perjalanan

Perdana Menteri Australia Scott Morrison telah mengumumkan kemarin bahwa semua orang yang bukan warga negara atau pemukim tetap Australia tidak diperbolehkan masuk Australia mulai hari Jumat jam 9pm sampai waktu yang ditentukan kemudian. Bagi warga negera dan pemukim tetap Australia yang pulang dari luar negeri boleh masuk namun harus melaksanakan karantina pribadi selama 14 hari.

Beberapa mahasiswa asing merasa tergoda untuk pulang ke negaranya karena khawatir Australia akan menerapkan lockdown atau karantina penuh sehingga mereka tidak bisa pulang ke negaranya untuk beberapa waktu tanpa teman sesama mahasiswa asing.

Keinginan ini dapat dipahami namun adalah sangat bijaksana untuk tetap ditempat anda sekarang, terutama bila universitas anda meminta agar anda melakukan isolasi pribadi di rumah atau pemondokan.

Melakukan perjalanan hanya akan menambah buruk penyebaran wabah COVID-19 yang bisa membahayakan para lanjut usia dan orang lain yang memiliki penyakit dengan saluran pernapasan.

Banyak negara seperti Malaysia telah menerapkan larangan perjalanan. Meskipun mereka tidak akan menolak warga negaranya masuk, pelarangan itu diterapkan untuk menutup perbatasan negara dan menghentikan penyebaran sebelum bertambah parah.

Jadi untuk para mahasiswa asing di Australia - mohon jangan melakukan perjalanan untuk saat ini dan menunggu pengumuman resmi dari universitas anda.

Jadwal mungkin akan diubah

Tergantung bagaimana usaha Australia menanggulangil wabah ini, universitas juga tengah mempertimbangkan kemungkinan mengubah kalendar akademiknya – yang bisa termasuk mengubah jadwal ujian dan kellulusan.

Hubungi international student office di kampus anda apabila perubahan tanggal-tanggal ini penting bagi anda – namun bersiaplah bahwa saat ini mereka mungkin belum memiliki jawaban pasti untuk anda. 

Memang situasi dan kondisi bisa berubah karena wabah ini dan para mahasiswa diminta agar memiliki keyakinan bahwa kampus anda tengah melakukan segala hal untuk selalu memberikan informasi terbaru.

Beberapa mahasiswa asing di Australia diijinkan jumlah jam kerja part-time dari 20 jam per minggu

Mungkin anda seorang mahasiswa program keperawatan/nursing di Australia? Bila demikian mungkin anda akan dipanggil untuk bekerja lebih panjang di rumah sakit di Australia. Sebuah surat kabar the Sydney Morning Herald menyampaikan bahwa sekitar 20,000 mahasiswa asing yang sedang kuliah program keperawatan di Australia akan dibebaskan dari pembatasan jumlah jam kerja paruh waktu untuk membantu menambah kebutuhan perawatan para lanjut usia.

Source: Study International, read the actual article posted on 25 March 2020 HERE: https://www.studyinternational.com/news/international-students-australia-covid19/


Magazine - Other articles