Covid-19

Sehubungan dengan wabah COVID -19, kesehatan para murid dan staf kami menjadi priotritas utama dalam menghadapi kejadian ini. Kami senantiasa memantau situasi ini.

OSCO dapat dihubungi melalui jalur komunikasi berikut tanpa harus bertatap muka secara langsung untuk mendapatkan informasi, proses pendaftaran, pengurusan visa dan pelayanan lainnya:

  1. Website kami www.osco.co.id, dengan meng-klik icon “Contact Us” di pojok kiri bawah
  2. Telepon dan chatting (Wechat, Whatsapp dan LINE) di nomor +62-818-609876
  3. Email: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.; Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.; Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.
  4. Facebook Page: Belajar di Australia, Malaysian Homestay and Belajar di USA
  5. Twitter: OSCO
  6. Instagram: study_in_oz
  7. Linkedin: OSCO by MBA Pratama

Meskipun saat ini bukanlah saat yang baik untuk melakukan perjalanan ke luar negeri, kami mendorong para murid untuk melanjutkan pengurusan aplikasi studi dan visa melalui jalur tersebut diatas untuk jadwal penerimaan terdekat berikutnya

Pemerintahan berbagai negara tujuan belajar juga telah menerapkan berbagai kebijakan dalam menghadapi wabah ini. OSCO berusaha untuk terus menyediakan informasi sehubungan dengan kebijakan masing-masing negara. OSCO yakin bahwa masa sulit ini akan segera berlalu dan kami sangat berterima kasih atas kepercayaan yang anda berikan pada pelayanan kami. Kami juga sangat menghargai semua perilaku positif yang telah ditunjukan oleh komunitas-komunitas dunia dalam menghadapi wabah ini.

Terima kasih dan mohon jagalah kesehatan dan keselamatan anda

Pemerintah Canada baru-baru ini mengeluarkan kebijakan untuk mengijinkan pada mahasiswa asing untuk memasuki Canada setelah diberlakukan penutupan perbatasan tangga 18 Maret 2020 yang lalu. Untuk saat ini adalah para mahasiswa asing yang telah memiliki visa pelajar sebelum tanggal 18 Maret 2020. Rincian mengenai kelonggaran ini akan terbit diawal minggu depan, according to the IRCC communique.

“Para mahasiswa asing adalah anggota civita akademika yang penting dan mereka memberikan sumbangsih yang besar bagi Canada" kata Paul Davidson, president Universities Canada.

“Kami berbahagia melihat pengakuan pemerintah akan hal ini dan memastikan bahwa mereka masih diperbolehkan untuk kembali ke Canada."

Para mahasiswa aing diperkirakan akan mendatangi Canada saat dimulainya semester musim semi di bulan Mei, menurut Gautham Kolluri, seorang pemilik biro agen pendidikan, CIP Study Abroad, yang berbasis di Canada dengan murid kebanyakan dari negara India.

Namun Gautahm menambahkan bahwa para mahasiswa asing ini akan membutuhkan bantuan dari lembaga pendidikan di Canada dimana mereka terdaftar dari saat penjemputan di bandara hingga pengurusan akomodasi selama masa 14 hari isolasi saat kedatangan nanti. Hal ini dipersiapkan sejak sekarang terutama untuk menyambut para mahasiswa baru yang tidak memiliki siapa-siapa di Canada dan tidak memahami proses ini.

Saat ditanya apakah ada calon mahasiswa yang membatalkan pendaftaran mereka untuk kuliah di Canada, Gautham mengatakan bahwa rata-rata para calon mahasiswa yang telah mempersiapkan untuk kuliah di Canada termasuk kebutuhan pendanaan jauh sebelumnya, akan memutuskan untuk melanjutkan pendaftaran dan datang sebelum semester dimulai meskipun di hari-hari sebelumnya masih belum ada kepastian apakah mereka diperbolehkan datang setelah kebijakan penutupan perbatasan oleh pemerintah Canada. .

"Belum saya temukan satu calon mahasiswa yang menyampaikan pengunduran diri, terutama mereka yang dari negara India." kata Gautham. Mahasiswa dari India memiliki minat yang sangat tinggi untuk kuliah di luar negeri. Mereka adalah populasi mahasiswa asing terbesar kedua setelah mahasiswa asal RRC di rata-rata negara tujuan belajar termasuk Canada.

“Mereka akan datang. Saya berhubungan dengan ribuan mahasiswa asing setiap bulan melalui jaringan media sosial kami. Terlihat bahwa para mahasiswa dan keluarganya berkomitmen untuk melanjutkan rencana kuliah mereka ke Canada – terutama dengan tersedianya peluang untuk mendapatkan visa kerja bahkan ijin tinggal tetap (permanent residence) setelah lulus nanti. Keputusan yang sangat penting bagi para calon mahasiswa dan keluarganya."

Lane Clark, president dan CEO dari Canadian College of English Language (CCEL) dan Canadian College, menyampaikan bahwa baik karyawan dan dirinya merasa "lega" dengan keputuan pemerintah Canada.  

“Kami senang mendengar kabar ini. Saat nanti sudah aman untuk membuka kembali kelas kami, para mahasiswa dapat menghadiri kelas-kelas kami." 

“Belum pernah saya melihat sesuatu yang berdampak begitu besar bagi sektor pendidikan dan saya berharap semua akan selamat di akhir masa yang sulit ini. Bila dulu permasalahan yang ada bersifat lokal, namun sekarang ini kita semua benar-benar berhenti diam. Sebuah peristiwa yang dapat menggoyang seluruh sektor pendidikan.”

Seorang juru bicara dari University of Alberta menambahkan bahwa mereka juga gembira mendengar kejelasan dari IRCC dan akan terus memberikan dukungan untuk semua mahasiswanya dalam menghadapi pandemik global ini”.

“Pemerintah akan terus mengambil langkah-langkah yang dibutuhkan untuk melindungi kondisi kesehatan dan keselamatan orang Canada, termasuk dengan menerapkan social distancing, isolasi dan pembatasan perjalanan (travel restrictions) untuk mengurangi menyebaran COVID-19,” komentar Marco E L Mendicino, Menteri Immigration, Refugees and Citizenship Canada (IRCC).

Source: The PIE (Professional in International Education) News. Artikel per tanggal 23 Maret 2020 asli dapat dibaca di sini: https://thepienews.com/news/canada-makes-concession-on-entry-for-international-students/?fbclid=IwAR1YhcpDMc5OfcX2KGVLv6y_Kej5j4ng0HDaUJcMt3Gz3zAPdIFYpwO0cFE