Tips Belajar di Luar Negeri

Mungkin anda pernah mendengar orang di sekitar anda berkata ingin menjadi Permanent Resident di negara tertentu, biasanya di Australia, New Zealand dan Canada. Mungkin pertanyaan-pertanyaan berikut kemudian muncul dalam pikiran anda:

Apakah arti “Permanent Resident”?

Permanent Resident atau sering disingkat PR adalah visa atau ijin menetap secara permanent di negara asing. Di Amerika dikenal dengan istilah Green Card, karena penerima visa PR di Amerika memegang sebuah kartu tanda pengenal permanent resident berwarna hijau. Di Indonesia juga ada visa sejenis untuk warga asing yang disebut KIMS. PR adalah istilah yang lebih luas digunakan di seluruh dunia. Biasanya bila salah satu anggota keluarga menjadi PR di suatu negara maka anggota keluarga lainnya juga mendapatkan status PR agar bisa menetap secara bersama-sama.

Apakah menjadi “Permanent Resident” berarti mengganti kewarganegaraan?

Tidak. Menjadi PR tidak berarti menjadi warga negara negara asing itu. Dalam konteks hukum di Indonesia, menjadi PR di negara lain tidak akan menghilangkan kewarganegaraan Indonesia, karena Indonesia tidak mengijinkan warganya memiliki dua kewarganegaraan. Orang Indonesia yang menjadi PR di negara asing tetap sebagai Warga Negara Indonesia dan memegang paspor Indonesia, sehingga bebas kembali ke Indonesia kapan saja.

Mengapa orang ingin menjadi PR di negara lain?

Untuk mendapatkan manfaat, hak dan peluang seperti yang didapatkan oleh warga negara di negara tersebut. Namun ada satu hak yang dia tidak dapatkan, yaitu hak berpolitik. Contoh: seorang WNI yang menjadi PR di Amerika tidak boleh ikut mencoblos dalam PEMILU untuk memilih presiden Amerika, atau mencalonkan diri menjadi presiden Amerika.

Apa saja manfaat, hak dan peluang yang dicari?

Sangat tergantung dari negara yang dituju. Biasanya WNI yang ingin menjadi PR di negara asing tertentu karena ingin mendapatkan kehidupan yang lebih baik karena manfaat berikut:

Mendapatkan pendidikan berkualitas internasional dengan biaya lebih terjangkau

Banyak negara maju yang memberikan subsidi besar bagi pendidikan bagi warga negaranya. Manfaat ini juga dinikmati oleh para PR. Sebagai gambaran: warga negara Australia dan PR membayar biaya sekolah negeri bagi anaknya per tahunnya sekitar AU$ 200-300. Bagi warna negara asing non PR, maka akan membayar sekitar AU$ 15ribu – 18rb per tahun. Untuk biaya kuliah di universitas juga demikian. Kuliah S1 di University of Sydney bagi PR adalah $ 11,000 per tahun bagi hampir seluruh bidang studi termasuk kedokteran, dengan pilihan bisa ditunda dahulu pembayarannya hingga sudah bekerja nanti. Untuk non PR, biaya kuliahnya bisa mencapai AU$ 40rb per tahun, bahkan AU$ 70rb per tahun untuk kedokteran. 

Peluang kerja dengan gaji standard di negara itu

Tentunya yang dituju adalah negara maju yang memiliki kondisi kerja dan gaji yang jauh lebih layak daripada di Indonesia. Jenis kerjanya juga tidak dibatasi, SELAIN jenis pekerjaan yang melanggar hukum dan yang bisa menghilangkan kewarganegaraan Indonesia (contoh, ikut dinas militer di negara itu). Sebagai gambaran, gaji minimum di New Zealand, Australia dan Canada adalah sekitar $ 35000 per tahun dalam mata uang masing-masing

Mendapatkan kualitas hidup yang lebih baik

Negara seperti Australia, New Zealand dan Canada memberikan kualitas hidup yang sangat baik. Hal ini tidak saja karena peluang kerja dan fasilitas pendidikan yang sangat baik, namun juga ketersediaan fasilitas umum, perumahan dan berbagai tunjangan yang bisa didapatkan agar hidup menjadi lebih aman, sehat dan nyaman. 

Bagaimana caranya menjadi PR?*

Berbagai negara menerapkan persyaratan yang berbeda-beda, dan masing-masing membuka berbagai jalur yang berbeda pula untuk memberikan status PR. Ada yang jalur ketrampilan, jalur investasi, jalur perkuliahan, jalur undangan, jalur pengungsi, kalur perkawinan dan sebagainya. Disini kami sampaikan informasi untuk negara-negara Australia, New Zealand dan Canada. Negara-negara ini sedang membuka kesempatan yang lebih luas bila dibandingkan negara-negara maju lainnya, sehingga anda memiliki peluang lebih tinggi untuk menjadi PR. Jalur yang paling banyak diambil adalah dengan 1) kuliah hinggai lulus di negara yang dituju dengan student visa; 2) kemudian mengajukan visa kerja selama minimal 2 tahun; 3)dan baru mengajukan PR. Sebagai pemegang visa kerja pada tahap (2) beberapa manfaat sebagai PR sudah mulai anda terima seperti biaya kuliah yang sama dengan warga negara/citizen. 

*)MBA Pratama bukan sebuah agen migrasi sehingga tidak dapat memberikan gambaran yang rinci mengenai persyaratan mengajukan PR. MBA Pratama memiliki kerjasama dengan agen migrasi di masing-masing negara yang akan membantu anda yang ingin menjadi PR. Ada fee untuk meminta bantuan mereka.

Simak juga informasi berikut:

Kalau soal kulaih sambil kerja paruh waktu (part-time) sambil kuliah di Australia, itu sudah menjadi pengetahuan umum. Hal ini sudah sejak lama menjadi daya tarik bagi para calon mahasiswa, bukan karena sejedar untuk mendapatkan tambahan uang saku yang sangat lumayan, tetapi juga pengalaman berharga yang dapat membentuk sikap dan perilaku yang benar sebagai profesional.

Visa Kerja bagi Lulusan

Tahukah anda, bahwa ada manfaat yang lebih menarik dari kuliah di Australia? Yaitu: Kerja penuh waktu (full-time) setelah lulus kuliah di Australia. Dengan visa kerja tentunya

Visa ini sudah diberlakukan sejak tahun 2013 bagi para mahasiswa asing untuk melanjutkan tinggal di negara itu dengan visa kerja. Dengan visa ini, anda bebas melakukan pekerjaan apapun (yang tidak melanggar hukum tentunya) secara full time. Visa kerja ini harus diajukan dalam waktu 6 bulan setelah lulus.

Terdapat dua jenis visa:

  1. Post-Study Working Visa (PSWV)  bagi lulusan university dengan lama berlaku sesuai dengan jenjang pendidikan yang diselesaikan sebagai berikut
    • Bachelor Degree (S1) selama 2 tahun
    • Master (S2) selama 3 tahun
    • Doctoral/PhD (S3) selama 4 tahun
  2. Graduate Working Permit (GWP) bagi lulusan program vocational diploma dari TAFE atau college swasta lainnya. Lama berlaku visa GWP adalah 18 bulan.

PSWV tidak membatasi jenis bidang studi dimiliki lulusann namun untuk GWP  harus lulus bidang studi yang sesuai dengan jenis ketrampilan yang dibutuhkan.

Bisa Kuliah dengan Visa PSWV dan GWP

Manfaat lain dari masing-masing visa ini adalah mengijinkan anda menjadi mahasiswa untuk mengikuti pelatihan atau perkuliahan secara paruh waktu (part-time) dengan biaya per credit yang rata-rata lebih murah apabila dibandingkan biaya untuk pemegang student visa.

Mencari lowongan

Pencarian lowongan pekerjaan menjadi tanggung jawab anda. Namun ini tidaklah perlu dikhawatirkan karena anda tidak sendiri dalam mencari lowongan.

  • Peluang kerja dari dari masa kuliah - pada masa perkuliahan anda melalui masa magang selama 1 semester. Lakukanlah masa magang ini dengan sangat baik, bahkan melebihi target akademis agar pihak perusahaan dengan senang hati menawarkan pekerjaan kepada anda setelah lulus nanti.
  • Bantuan dari Career Officer / Bimbingan Karir Kampus – setiap  kampus yang diwakili oleh OSCO menawarkan jasa bimbingan karir tanpa biaya bagi para mahasiswa.  Mereka akan memberikan arahan bagaimana mempersiapkan lamaran dan mencari pekerjaan
  • Dukungan dari OSCO – sebagai mahasiswa OSCO, anda dapat menghubungi kami untuk mendapatkan arahan tentang lowongan yang tersedia, mengurus nomor wajib pajak (tax file number) dan lainnya.

Hubungi OSCO untuk informasi lebih lanjut untuk kuliah dan kerja di Australia.

Simak juga informasi berikut:

Informasi Beasiswa

Persiapan Bahasa Inggris